Masih Bingung Memilih Bidang Bisnis Terbaik Yang Ingin Ditekuni? Ini Jawabannya!

Berkembangnya dunia bisnis yang diiringi pesatnya teknologi informasi di era digital seperti sekarang ini memunculkan dua hal yang kadang malah seringkali membingungkan, terutama bagi orang-orang yang baru akan memulai untuk menekuni dunia bisnis atau sedang mempertimbangkan pindah bidang bisnis akibat mengalami stag alias gak maju-maju bisnisnya.

Di satu sisi cepatnya informasi yang diperoleh dari internet dapat memberikan pilihan beragam bidang bisnis yang dapat disesuaikan dengan kemampuan, minat, dan kebutuhan pasar. Namun di sisi lain justru berbagai keunggulan penawaran yang berseliweran di dunia maya malah jadi sering membingungkan untuk menentukan pilihan mana yang terbaik yang harus dipilih.

Dari sekian banyak pilihan dan kondisi yang ada, maka sebenarnya cara menentukan mana bidang bisnis yang dapat mulai dipilih oleh para pemula atau yang ingin pindah bidang bisnis tersebut sangatlah sederhana. Dari berbagai sumber yang kami himpun dan berdasarkan pengalaman pribadi penulis, maka berikut tahapan cara mudah dan sederhana untuk menentukan bidang bisnis yang dapat dipilih:

  1. Tentukan apakah bidang bisnis yang akan Anda tekuni nantinya itu untuk jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, sebagai batu loncatan mengumpulkan modal untuk naik ke bisnis lain dengan skala lebih besar, atau untuk sekedar menambah sumber penghasilan (sambilan).
  2. Buat daftar (Listing) potensi kemampuan yang Anda miliki.
  3. Buat Daftar produk atau jasa Yang Sedang Ramai Peminatnya.
  4. Buat daftar media/fasilitas yang akan Anda gunakan untuk menjalankan bisnis.
  5. Buat daftar sumber daya yang Anda butuhkan dalam berbisnis.
  6. Review/evaluasi kembali poin nomor 1 s.d poin nomor 2, catat hasil review/evaluasi dalam bentuk kesimpulan bagian mana yang paling mungkin untuk dapat SEGERA Anda lakukan secepatnya terlebih dahulu.
  7. ACTION…MULAI BERBISNIS sesuai dengan hasil review/evaluasi awal yang telah Anda buat sebelumnya.

Bagaimana detail langkah-langkahnya? Agar lebih “terasa nyata” maka akan langsung kami buatkan penjelasannya dalam bentuk studi kasus atau contoh seperti di bawah ini dengan berptokan pada langkah/tahapan seperti pada poin nomor 1 s.d nomor 7 sebelumnya….

STUDI KASUS:

(bersambung…) 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *